Advertisement
Dari informasi yang dihimpun, lantaran saling curiga antara
dua kelompok masa dari Distrik Asotipo terkait adanya Pleno rekapitulasi yang
akan dilakukan KPU Jayawijaya, masa dari distrik tersebut melakukan aksi
penyerangan kepada salah seorang anggota Komisioner KPU dan beberapa warga yang
duduk bersama di kantor DPRD Jayawijaya
Dari aksi penyerangan tersebut memicu adanya kelompok masa
yang lain dari simpatisan Komisioner yang di isukan dipukul sehingga
masa tersebut mendatangi TKP dengan tujuan ingin mengamankan anggota komisioner
KPU Jayawijaya itu, aksi saling lempar pun tak terhindarkan.
Beruntung aksi saling serang dua kelompok massa dari Distrik
Asotipo ini dapat dilerai aparat keamanan dari Polres Jayawijaya dan
Brimob Batalyon D Wamena dan Brimob BKO Polda Papua.
Aparat keamanan kemudian memisahkan dua kelompok yang nyaris
terlibat bentrok ini. Dimana kelompok pertama yang melakukan aksi penyerangan
diamankan di halaman gedung DPRD Jayawijaya. Sementara massa dari simpatisan
salah satu komisioner KPU Jayawijaya diamankan di depan kantor Bank Papua
Wamena yang berada di sebelah kiri gedung DPRD Jayawijaya.
Situasi mulai tenang setelah pihak keamanan meminta kedua
kelompok untuk menyelesaikan masalah ini di tingkat distrik sebelum diplenokan
di tingkat Kabupaten Jayawijaya.
Namun ketika massa yang awalnya melakukan penyerangan hendak
keluar menuju kendaraan yang mereka tumpangi di depan kantor Bawaslu
Jayawijaya, mereka bertemu dengan massa dari simpatisan salah satu komisioner
KPU Jayawijaya. Akibatnya aksi saling serang kembali terjadi.
Melihat kondisi ini, pihak keamanan langsung bergerak cepat
melarang massa masuk ke gedung DPRD Jayawijaya. Selanjutnya, dua kelompok massa
ini hanya dipisahkan antara jalan atas dan bawah.
Kondisi ini memgakibatlan pleno rekapitulasi perolehan suara
tingkat KPU Kabupaten Jayawijaya belum bisa digelar. Pasalnya, sejak pagi,
massa sudah berkumpul di depan gedung DPRD untuk mencegah pelaksanaan pleno.
Sebab permasalahan perolehan suara di tingkat distrik belum diselesaikan.
Pantauan di lapangan, situasi di kota Wamena Kabupaten
Jayawijaya akhir-akhir ini kurang kondusif, masyarakat tidak nyaman
beraktifitas karena mobilisasi masa sambil membawa alat tajam kerap terjadi di
kota ini. Situasi ini terjadi sejak tahapan rekapitulasi suara di tingkat
distrik mulai dilakukan oleh penyelenggara Pemilu.
Sejauh ini belum ada tindakan tegas oleh aparat keamanan
maupun para pihak terkait laiannya untuk membubarkan masa maupun menyita alat
tajam yang dipegang masa(**).
Sumber Dirilis Media Nokenwene.com
