Makan Bersama di Kuali Raksasa, Bupati Jayawijaya: Semangatnya Sama dengan Bakar Batu

JAYAWIJAYA|TIMURVIEWS.COM– Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, menegaskan bahwa kegiatan makan bersama dalam skala besar yang digelar bersama kreator konten Bobon Santoso menjadi simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat, bukan untuk menggantikan tradisi bakar batu yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Athenius Murib saat menghadiri kegiatan Karya Bakti TNI di Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyambut baik kehadiran Bobon Santoso beserta tim yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial dengan memasak ribuan porsi makanan menggunakan kuali raksasa untuk masyarakat.

"Yang kami lihat sebenarnya adalah semangat kebersamaan di dalam satu kuali besar itu. Semua orang dapat makan bersama tanpa membedakan latar belakang. Satu kuali mampu melayani sekitar dua ribu orang, sehingga dua kuali dapat melayani lebih dari empat ribu masyarakat," ujar Athenius Murib.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak bertujuan menghilangkan budaya bakar batu yang selama ini menjadi identitas masyarakat Papua. Menurutnya, nilai yang ingin dibangun tetap sama, yaitu mempererat persaudaraan melalui makan bersama.

"Ini bukan menghilangkan kearifan lokal budaya kita, yaitu bakar batu. Tradisi itu tetap ada dan akan terus kita lestarikan. Ini hanya bentuk yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama, yakni kebersamaan," tegasnya.

Bupati juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Ratusan warga terlihat mengantre dengan tertib selama beberapa jam untuk mendapatkan makanan yang disediakan.

"Kita melihat masyarakat sangat antusias. Meski harus mengantre cukup lama di beberapa jalur pembagian makanan, semuanya berjalan dengan tertib. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa," katanya.

Menanggapi berbagai tanggapan yang berkembang di media sosial, Athenius Murib mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar maupun narasi negatif terkait kegiatan tersebut.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Jayawijaya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Saya hadir langsung dalam kegiatan ini dan yang kami lihat adalah manfaat serta nilai sosial yang dirasakan masyarakat. Kegiatan ini murni untuk kebersamaan," ujarnya.

Selain mengapresiasi aksi sosial Bobon Santoso, Bupati Athenius Murib juga menyampaikan penghargaan kepada TNI melalui program Karya Bakti TNI yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Jayawijaya.

Menurutnya, berbagai infrastruktur telah berhasil dibangun, mulai dari jembatan penyeberangan di Kampung Hekatun dan Maimau hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga air di sejumlah wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN.

"Hingga saat ini sudah lebih dari 50 titik pembangkit listrik yang dibangun. Ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah," jelasnya.

Bupati juga mengajak masyarakat yang masih membutuhkan akses listrik agar berkoordinasi dengan Kodim setempat sehingga kebutuhan tersebut dapat diinventarisasi dan ditindaklanjuti.

Di akhir sambutannya, Athenius Murib berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, TNI, dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin dalam mendukung percepatan pembangunan di Papua Pegunungan.

"Semoga dari waktu ke waktu keadaan semakin baik. Pembangunan terus berjalan, pembaruan terus dilakukan, sehingga hari esok harus lebih baik daripada hari ini," pungkasnya.

(**) 

Posting Komentar

0 Komentar