Informasi yang diperoleh fajarpapua.com menyebutkan , sekira
pukul 20.30 wit, korban mengantar pamannya YE ke perumahan pondok Indah Amor.
Saat berjalan balik di dekat toko bangunan Tanete korban diapit dua Orang Tidak Kenal.
Salah satu pelaku menebas tangan kanan korban menggunakan
benda tajam. Usai melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri kearah Timika
Indah.
Atas kejadian tersebut ada salah satu saksi YE mengatakan
kalau dirinya sekitar pukul 21.00 wit pulang dari kegiatan Gereja, dan
mendengar adanya teriakan minta tolong.
“Saya baru balik dari kegiatan gereja, kaget sementara duduk
di teras saya dengar ada teriak minta tolong. Kemudian saya dengan teman
langsung lari kedepan dan mendapati korban sudah dengan kondisi tangan
dipotong,” jelasnya.
Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu
Fajar Zadiq menyampaikan kejadian ini sudah ditangani polisi, tidak ada kaitan
dengan pemilu yang berjalan.
“Ini kita ada dalami dan selidiki untuk pelakunya. Jadi
memang murni kejahatan tanpa ada hubungan dengan pemilu yang sedang berjalan,”
jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (07/03/24)
Lanjut dia, keluarga belum melapor secara resmi karena masih
fokus mengobati korban.
“Jadi untuk laporan resminya belum, karena korban masih
didampingi harus dilakukan operasi, dan rencana besok (Jumat-red), akan
dilakukan laporan secara resmi,” jelasnya.
Dira menambahkan, untuk TKP yang beredar di video kejadian
tersebut jauh dari graha Eme Neme.
“TKP-nya jauh yah jadi untuk masyarakat tetap percayakan kepada polisi melakukan tindakan hukum,” tutupnya.(**)
