media iNewsJayapura.id Jumat (09/02/2024).
Menurutnya jumlah TPS pada pemilihan umum sebelumnya
berjumlah 1.072 TPS namun tahun ini berjumlah 1.034 TPS sehingga tidak ada
istilah TPS Siluman, sebab 1.034 TPS yang tersebar di Kabupaten Jayawijaya
sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), sehingga bila ada pengurangan
merupakan karena adanya penurunan DPT.
“DPT kita berkurang
karena banyak penggandaan, kebanyakan data yang dimasukan tanpa NIK (Nomor
Induk Penduduk) sehingga dengan sendiri terhapus (data-red). Dengan
berkurangnya DPT otomatis TPSpun berkurang,” Ungkapnya.
Berkaitan dengan adanya informasi TPS Siluman Sonimo
menyampaikan itu merupakan informasi yang keliru dan perlu diklarifikasi.
“Untuk Distrik Wamena
Kota sampai dengan Ilukama yang menggunakan system one man one vote itu
mempunyai 151 TPS yang sudah terbagi sesuai dengan DPT,” Jelasnya.
Ditempat yang sama Komisioner KPU Papua Pegunungan, Naftali
Emanuel Paweka menyampaikan terkait isu TPS Siluman, ia menyampaikan kepada
masyarakat agar dalam menyampaikan inforrmasi harus berdasarkan bukti dan
mengandung bilai edukasi yang benar.
“Jangan menyampaikan informasi yang tidak benar ke media
sehingga mengacaukan situasi di Kabupaten Jayawijaya, Kalau bicara soal TPS
Siluman, lebih atau kurang itu sudah tidak benar dan tidak mungkin terjadi,
yang bisa terjadi di tahun-tahun lalu itu kotak suara dibawa orang mabuk. Jadi
untuk penambahan, pengurangan bahkan TPS siluman itu tidak ada.” Ungkapnya
Nafltali menghimbau kepada masyarakat kepada
intelektual di Kabupaten Jayawijaya untuk memahami dan mengerti politik harus
memberikan edukasi yang baik kepada Masyarakat.
“Akibatnya masyarakat yang mengonsumsi informasi yang tidak
benar itu jadi sesat dan merugikan kita sendiri,” Tutupnya. (TU)

