Ini Penjelasan Tegas Yohanes Walilo, Terkendala Beasiswa Mahasiswa Luar Negeri

TU||JAYAPURA - Provinsi Papua secara tegas menjelaskan, persoalan beasiswa telah menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan sementara diproses.

Hal ini dikatakan Kepala Bappeda Provinsi Papua, Yohanes Walilo lantaran sebelumnya orangtua mahasiswa melakukan aksi dan menyampaikan di media massa terkait anak mereka yang berencana dipulangkan karena adanya sejumlah utang yang mencapai miliaran rupiah belum ditrasnfer pemerintah provinsi hingga mengancam mahasiswa untuk dideportasi dari negara tempat tujuannya belajar.

"Saya sudah sampaikan atas perintah pak gubernur dan pak Sekda, uang Rp 116 miliar itu sambil menunggu kabupaten dan kota mengirim data agar pihaknya bisa menyelesaikan tunggakan tersebut," kata Walilo di Hotel Aston, Rabu, (31/1/2024) dirilis melaui media papua.tribunnews.com.

"Dan mulai hari ini (kemarin), sudah dibuka sekretariat di lantai 3 Kantor Gubernur Papua. Sudah mulai kerja, mudah-mudahan ketika data sudah siap, kami akan bantu," sambungnya

Ia menjelaskan, sejak terjadinya perubahan regulasi Otsus Papua di tahun lalu, membuat pihaknya yang dulunya sebagai pembagi, kini tidak lagi karena sama-sama sebagai penerima dari Pusat soal dana Otsus.

"Semua dana Otsus kita terima dulu baru disisihkan, sudah tidak seperti dulu lagi yang pembagiannya 80/20. Ini yang jadi kendala utama masalah beasiswa di Provinsi Papua belum terselesaikan dengan baik," jelasnya.

Untuk itu, Walilo mengatakan, Pemprov Papua memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tunggakan tersebut.

"Tunggakan pada tahun 2021 sebesar Rp 112 Milar akan kami selesaikan dan menjadi tanggung jawab provinsi sehingga anak-anak bisa berkuliah," ujarnya.

Dikatakan, pada tahun lalu (2023), ada tunggakan lagi di Juli-Desember sebesar Rp 116 miliar, berdasarkan data by name by address menjadi tangung jawab Sembilan kabupaten dan kota sesuai kesepakatan.

"Kami berharap teman-teman kabupaten dan kota bisa menyelesaikan. Kami (Pemprov Papua) sudah selesaikan dari Januari sampai Juni," harapnya.

Meski demikian, Walilo mengaku beberapa kabupaten terkendala masalah dana karena finansial mereka yang tidak mencukupi maka tangung jawab dilimpahkan kembali ke Provinsi Papua.

"Kemarin kami buat kesepakatan, bahwa ada bantuan khusus kepada kabupaten dan kota maupun di DOB, di mana dana itu sedang dalam proses hiba ke Provinsi Papua dan kami akan selesaikan," pugkasnya. (**)