Mamberamo Tengah, GAPENSI "Palang" Blokir Akses Pembangunan!


TU||MAMTENG-Seluruh perangkat masyarakat Orang Asli Papua wilayah Distrik Eragayam, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan melakukan aksi pemalangan (membokir) semua pekerjaan yang ada di Kabupaten tersebut.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes dari pengusaha asli lokal terhadap Pemerintah Daerah setempat. Karena sejak satu dekade terakhir perusahaan-perusahan yang dipimpin oleh anak asli papua tidak pernah dilibatkan dalam pembangun daerahnya sendiri.

Hal itu dipertegas oleh Gerson Karoba, pada Jumat (11/8/2023) selaku Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Mamberamo Tengah. Ia mengatakan bahwa sikap itu diambil sebagai bentuk protes terhadap pemerintah setempat yang selama ini dianggap telah mengabaikan pengusaha lokal yang ada di kabupaten tersebut.

"Kami datang palang semua pembangunan dan pekerjaan ada di Distrik Eragayam kabupaten Mamberamo Tengah."ujar dia.

"Itu untuk mewakili seluruh (5) distrik yang ada kabupaten Mambero Tengah. Karena sudah 10 tahun terakhir ini  pemerintah daerah belum pernah melibatkan perusahaan anak-anak daerah. Maka itu, kami Orang Asli Papua (OAP) datang untuk pemalangan" ucap Gerson.


Dalam arti pemalangan ini, sambung Gerson, kami ikuti sesuai dengan Pemprov 17. Itu belum pernah melibatkan kami masyarakat asli daerah, maka kami datang dengan sikap seperti ini.

Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah dan Dinas terkait diminta untuk lebih memperhatikan dan bisa mengikat kerjasama  dengan GAPENSI atau OAP sebagai mitra pemerintah daerah.


"Dikabupaten lain, Pemerintah memberi ruang gerak kepada pengusaha lokal yang ada dikabupaten tersebut. Mereka diberikan peran dan kesempatan untuk ikut dalam pembagian pekerjaan apapun, baik pembongkaran jalan, atau pekerjaan lain, mereka bisa masuk debagai subkon." kisah dia.

"Tapi kami di kabupaten Mamberamo Tengah belum pernah sama sekali dilibatkan. Maka kami anak daerah datang mewakili 5 Distrik untuk melakukan pemalangan pekerjaan di Distrik Eragayam ini" Tegas Gerson Karoba.


Hal yang sama juga disampaikan oleh Wenas Yikwa, salah satu pemuda dari distrik Kelila, Kabupaten Mambero Tengah.

"Kami dari Distrik Kelila, dari puncak turun di kelila blok ke kamboneri, tidak diijinkan Non OAP kerja dan kami OAP belum pernah mencari makan diluar dari papua. Jadi pemerintah perlu perhatian bahwa kami anak putra daerah perlu di prioritaskan." tegas Wenas Yikwa.


Aksi tersebut ditanggapi dan didukung penuh oleh masyarakat setempat. Karena dianggap pembangunan duatu daerah merupakan hak masing-masing putra daerah. 


"Apapun yang teman-teman lakukan kami sangat mendukung, karena ini adalah hak. Hak anak daerah jadi apapun yang dilakukan Pemda kabupaten Mamteng dan yang bersangkutan tolong di perhatikan kalau teman-teman kasih proposal dalam bentuk apapun" tutupnya.(TU)