Khawatir Sekali, Orang Papua Habis dan Tersisihkan di Negerinya Sendiri

Yang Bisa Menentukan Papua Merdeka Hanya Rakyat Papua Sendiri.

 TU||C.Choky.-Walaupun lobi-lobi politik Papua Merdeka di luar negeri terus diperjuangkan dan di bahas di PBB, tetapi hal tersebut bukan menjadi tolak ukur kuat untuk kemerdekaan Papua Barat. 

Itu hanya wacana saja. PBB akan terbentur dengan norma-norma yang mengatur sebuah negara, PBB tidak bisa mencampuri urusan Indonesia mengurus Papua. Kita bersyukur karena negara-negara di kawasan melanesia mendukung kita, seperti Kepulauan Salomon, Vanuatu dan beberapa kawasan lainnya seperti Afrika, Karibian, dll. 

Negara-negara kecil tidak punya power yang cukup kuat untuk memerdekakan Papua, tetapi kita harus bersyukur karena mereka akan membantu kita.

INGAT BAHWA, DUNIA SEKARANG TELAH BERUBAH, KITA SEKARANG BICARA TENTANG BISNIS DAN MASA DEPAN DUNIA.

Yang bisa buat Papua Merdeka adalah rakyat Papua di dalam negeri sendiri. Yang paling penting adalah Rakyat Papua harus berusaha mendirikan roda pemerintahannya sendiri dan terlepas dari sistem yang dibuat oleh Indonesia. 

Berhenti serentak mengikuti sistem ini. Butuh perjuangan yang kuat. Masalahnya orang Papua masih mau saja mengikuti sistem negara Indonesia, tapi mau minta Merdeka. Orang Papua sekarang HIDUP DALAM NASIONALISME GANDA. RAKYAT DIBUTUHKAN DENGAN DOKTRIN DOKTRIN bahwa Indonesia akan membangun Papua, tapi ternyata alamNya yang dikuras, manusiaNya tidak dipedulikan.

Kita butuh dukungan negara-negara besar seperti Rusia dan China. Kita butuh kepintaran untuk mengatasi hal ini jika ingin Papua Merdeka. Kita sekarang bicara Bisnis. Isu HAM itu tidak akan pernah diselesaikan. Itu hanya sebagai landasan kecil saja untuk membantu Papua Merdeka.

TPNPB-OPM masih tetap konsisten berjuang untuk Papua Merdeka. Kita butuh akses yang lebih kuat.

Khawatir sekali, Orang Papua habis dan tersisihkan di negerinya sendiri yang penuh dengan susu dan madu.

Otsus tidak jelas, Jakarta kasih uang sampai turun ke desa-desa, rakyat dibutuhkan dengan uang. Uang hangus setelah itu kasih lagi.

Penulis : Chameroon Choky.