
JAYAWIJAYA, TIMURVIEWS.COM – Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, mengingatkan seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, agar tidak terburu-buru mengambil pinjaman atau kredit perbankan setelah resmi menerima gaji.
Peringatan tersebut disampaikan Atenius menyusul kekhawatiran terhadap kebiasaan sebagian aparatur yang mengambil kredit sejak awal masa pengangkatan. Menurutnya, beban cicilan yang besar dapat memengaruhi kondisi keuangan sekaligus berdampak pada motivasi dan kinerja pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Baru juga diangkat CPNS, sudah banyak yang resmi diangkat menjadi PNS dan mengambil kredit-kredit bank. Saya inginkan dan saya perintahkan, selanjutnya PNS belum diizinkan untuk kredit,” kata Atenius seusai memberikan arahan kepada ratusan CPNS di Wamena, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, fasilitas kredit perbankan memang kerap dianggap sebagai solusi cepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Namun, cicilan bulanan yang besar dapat menjadi beban apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan finansial dan besaran penghasilan pegawai.
Atenius menilai persoalan utang di kalangan aparatur bukan lagi hal yang asing. Ia menyebut besarnya potongan cicilan dari gaji bulanan dapat memengaruhi kondisi pegawai, termasuk semangat dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Kenapa kredit itu sangat menyiksa? Akibat kredit banyak, sementara gaji bulanan minim. Motivasi kerja sudah pasti bisa terpengaruh. Itu sudah terjadi dan bukan rahasia umum,” tegasnya.
Karena itu, Atenius mendorong CPNS, khususnya generasi muda, untuk membangun kesadaran dan kebiasaan mengelola keuangan sejak awal masa kerja. Ia meminta para pegawai menyesuaikan kebutuhan hidup dengan penghasilan yang diterima setiap bulan tanpa bergantung pada utang konsumtif.
“Selagi mereka masih muda, kita ajarkan mereka untuk mengatur diri. Dengan kondisi gaji yang ada setiap bulan, kita berikan pemahaman bagaimana mencukupkan diri dengan gaji bulanan, memanajemen dan mengatur supaya mereka bisa hidup,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para CPNS agar mempertimbangkan secara matang setiap keputusan untuk mengambil kredit. Menurutnya, kemudahan memperoleh pinjaman pada awalnya dapat berubah menjadi beban dalam jangka panjang apabila cicilan tidak dikelola dengan baik.
“Jangan dipaksakan untuk kredit. Senang di depan, sakit di belakang. Itulah kredit,” imbuhnya.
Selain persoalan pengelolaan keuangan, Bupati Jayawijaya meminta para CPNS segera beradaptasi dengan lingkungan kerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia mendorong pegawai baru untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurut Atenius, pembinaan sejak awal penting untuk mempersiapkan regenerasi birokrasi yang memiliki tanggung jawab dan kemampuan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jayawijaya.
“Cukup mereka yang sudah pernah banyak kredit menjadi pengalaman. Jangan lagi berlaku pada generasi baru ini,” pungkasnya.
(**)