WAMENA, TIMURVIEWS.COM – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP., M.KP., menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan Konferensi IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Balim Tengah Wilayah IV Papua, yang berlangsung di Jemaat GKII Moria Wamena, Rabu (19/8/2026).
Konferensi IV GKII Daerah Balim Tengah tersebut diikuti oleh 12 jemaat yang berada di wilayah pelayanan Daerah Balim Tengah. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jayawijaya menyampaikan apresiasi kepada GKII Daerah Balim Tengah yang telah menyelenggarakan konferensi sebagai bagian penting dalam mengevaluasi sekaligus memperkuat pelayanan gereja.
Ronny Elopere menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bidang kerohanian, tetapi juga dalam pembinaan moral, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kedamaian di Tanah Papua.
Menurutnya, GKII memiliki sejarah panjang dalam pelayanan dan pekabaran Injil di Papua. Karena itu, gereja diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter, damai, dan sejahtera.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, saya menyampaikan selamat datang kepada Gubernur Papua Pegunungan. Terima kasih atas kehadiran Pemerintah Provinsi di tempat ini sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap peningkatan pelayanan gereja di Tanah Papua,” ujar Ronny dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta konferensi menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk mengevaluasi program pelayanan yang telah dilaksanakan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang mampu menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat ke depan.
“Jadikan momentum konferensi ini untuk mempererat persatuan antar pelayan Tuhan dan jemaat, merangkul sesama, serta membawa pembaruan iman yang berdampak langsung bagi kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Lebih lanjut, Ronny berharap seluruh rangkaian Konferensi IV GKII Daerah Balim Tengah dapat berlangsung dengan penuh hikmat serta mengedepankan musyawarah dan mufakat.
Ia menilai keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam konferensi harus mampu memperkuat pelayanan gereja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menurut Ronny, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun Jayawijaya. Dukungan gereja melalui doa, pembinaan moral, pendidikan karakter, serta pelayanan sosial sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada di tengah masyarakat.
“Pemerintah dan gereja harus terus berjalan bersama. Gereja memiliki peran penting dalam membangun manusia, menjaga persatuan dan turut menciptakan kedamaian di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pembukaan Konferensi IV GKII Daerah Balim Tengah turut dihadiri pimpinan GKII Wilayah IV Papua, pimpinan GKII Daerah Balim Tengah, para pendeta dan pelayan gereja, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, kader dan kaum profesi GKII, serta para peserta dari 12 jemaat.
Konferensi IV GKII Daerah Balim Tengah mengangkat semangat “Growing Together – Bertumbuh Bersama” berdasarkan Efesus 4:15-16. Tema tersebut menjadi landasan bagi seluruh peserta untuk memperkuat iman, persatuan, kasih, dan pelayanan sebagai satu tubuh Kristus.
Kegiatan konferensi akan berlangsung hingga Jumat, 21 Agustus 2026, dengan harapan menghasilkan keputusan dan program pelayanan yang mampu memperkuat kehidupan gereja serta memberikan dampak positif bagi jemaat dan masyarakat di wilayah Balim Tengah.
(**)

