YBSI: Penguatan Grow Mindset, Deep Learning, dan Penyusunan KSP Resmi Ditutup

WAMENA|TIMURVIEWS.COMYayasan Biji Sesawi Indonesia (YBSI) secara resmi menutup rangkaian In House Training (IHT) bertajuk "Implementasi Grow Mindset, Kurikulum Deep Learning, dan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027" pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu, 30 Juli hingga Sabtu, 1 Agustus 2026, menjadi bagian dari komitmen YBSI dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berkarakter.

In House Training ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan dari tiga satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Biji Sesawi Indonesia, yakni SMA Kristen Wamena, SMP Kristen Biji Sesawi Wamena, dan SMTK Biji Sesawi Wamena. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas profesional guru dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengusung tema "Implementasi Grow Mindset, Kurikulum Deep Learning, dan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027", pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi, kerja kelompok, praktik penyusunan dokumen, hingga refleksi bersama, sehingga setiap peserta terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Salah satu fokus utama pelatihan adalah penguatan Grow Mindset, yaitu pola pikir berkembang yang mendorong setiap pendidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, guru diajak memandang tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh, tidak mudah menyerah dalam menghadapi perubahan, serta mampu membangun budaya belajar yang positif di lingkungan sekolah. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik yang tangguh, kreatif, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.

Selain itu, peserta juga memperoleh pendalaman mengenai implementasi Deep Learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini menekankan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Guru didorong untuk tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu memahami materi secara mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Agenda penting lainnya dalam In House Training adalah penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027. Seluruh peserta bekerja secara kolaboratif menyusun dan menyempurnakan dokumen kurikulum berdasarkan karakteristik masing-masing sekolah dengan tetap mengacu pada kebijakan pendidikan nasional serta visi, misi, dan nilai-nilai Kristiani yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan di Yayasan Biji Sesawi Indonesia. Penyusunan KSP ini menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pada hari ketiga sekaligus hari terakhir pelaksanaan, peserta mengikuti materi penutup mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Asesmen Nasional, khususnya Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Materi ini memberikan pemahaman kepada para guru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif sebagai salah satu indikator peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi finalisasi dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), presentasi hasil kerja kelompok, evaluasi kegiatan, serta refleksi bersama sebagai penutup seluruh rangkaian In House Training.

Dalam sambutan penutupan, pihak Yayasan Biji Sesawi Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, kepala sekolah, panitia pelaksana, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah mengikuti kegiatan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Yayasan menegaskan bahwa keberhasilan In House Training bukan hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi dari sejauh mana hasil pelatihan mampu diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

YBSI juga menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan profesional seperti In House Training akan terus menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan untuk menciptakan tenaga pendidik yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.

Selama mengikuti pelatihan, para peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru, baik dalam memahami konsep Grow Mindset, penerapan Deep Learning, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), maupun pemahaman mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) sebagai bagian dari Asesmen Nasional. Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antar guru lintas jenjang pendidikan sehingga tercipta sinergi yang semakin kuat dalam membangun budaya belajar yang berkualitas di lingkungan YBSI.

Berakhirnya In House Training ini bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan menjadi awal dari implementasi berbagai inovasi yang telah dirancang bersama. Seluruh guru diharapkan mampu menerapkan hasil pelatihan dalam pembelajaran sehari-hari sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.

Melalui penutupan In House Training Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung selama tiga hari, Rabu, 30 Juli hingga Sabtu, 1 Agustus 2026, Yayasan Biji Sesawi Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, serta pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme yang terus dibangun, YBSI optimistis seluruh sekolah di bawah naungannya akan semakin siap mencetak generasi Papua yang cerdas, berkarakter, takut akan Tuhan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.

Penulis: Tim Media YBSI / (**) 

Posting Komentar

0 Komentar