-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Papua Kembali Jadi Sorotan, Prabowo Klaim Ditemukan Cadangan Emas dan Mineral Bernilai Besar

Kamis, 09 Juli 2026 | 09 Juli WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T02:44:41Z

JAKARTA, TIMURVIEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa tim ekspedisi ilmiah yang dipimpin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah perguruan tinggi, dengan dukungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), menemukan cadangan emas dan mineral dalam jumlah yang sangat besar di wilayah pegunungan Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Dalam sambutannya, Presiden menyebut laporan mengenai temuan tersebut baru diterimanya beberapa jam sebelum acara berlangsung.

"Saya juga baru dapat laporan, baru beberapa jam. Ekspedisi ilmiah kita baru bekerja, kalau tidak salah baru berjalan dua atau tiga minggu di pegunungan Papua," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, ekspedisi tersebut melibatkan para peneliti BRIN, akademisi dari sejumlah universitas, serta mendapat dukungan dari TNI untuk menjangkau lokasi penelitian yang berada di kawasan pegunungan dengan medan yang sulit.

"Tim dari BRIN dengan beberapa universitas dibantu TNI menemukan cadangan emas dan cadangan mineral-mineral yang sangat besar," ungkapnya.

Meski demikian, Presiden belum menjelaskan secara rinci lokasi penemuan, besaran cadangan, maupun hasil kajian ilmiah terkait nilai ekonominya. Hingga saat ini, pemerintah juga belum merilis laporan teknis resmi mengenai hasil ekspedisi tersebut.

Pernyataan Presiden langsung menjadi perhatian publik dan ramai diberitakan oleh berbagai media nasional maupun dibagikan luas di media sosial. Banyak pihak menilai apabila temuan tersebut terbukti melalui proses penelitian dan verifikasi lebih lanjut, maka penemuan tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber daya strategis Indonesia di masa depan.

Selain mengungkapkan potensi sumber daya mineral di Papua, Presiden Prabowo juga menyinggung berbagai penemuan sumber energi lainnya yang dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam.

Ia menyebut Indonesia baru saja menemukan ladang gas berkapasitas besar di kawasan Andaman. Selain itu, pemerintah juga terus mengembangkan potensi energi di wilayah Masela serta Natuna yang selama ini menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan energi nasional.

"Baru saja kita menemukan ladang gas sangat besar di Andaman," kata Presiden.

Presiden menegaskan bahwa berbagai potensi sumber daya alam tersebut harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Menurutnya, kekayaan alam tidak boleh hanya menjadi potensi yang tersimpan, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata melalui pengelolaan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan penggunaan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati secara nasional.

Menurut Presiden, peluncuran program tersebut merupakan tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi. Pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri dinilai akan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Ini bukan sekadar pencapaian teknologi. Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri," ujar Presiden.

Ia menambahkan bahwa energi merupakan faktor yang sangat menentukan bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong berbagai inovasi dan investasi pada sektor energi agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sumber dayanya sendiri.

Pada akhir acara, Presiden secara resmi meluncurkan program tersebut dengan menyampaikan pernyataan peresmian.

"Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan bangga saya resmikan Program Mandatori Biodiesel B50," tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, BRIN maupun kementerian teknis terkait belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai rincian hasil ekspedisi ilmiah di Papua. Informasi mengenai lokasi penemuan, estimasi cadangan, metode penelitian, maupun tahapan eksplorasi lanjutan masih dinantikan publik.

Pengamat menilai setiap temuan sumber daya mineral memerlukan proses verifikasi ilmiah, eksplorasi lanjutan, studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, serta kepastian hukum sebelum dapat dikembangkan menjadi kegiatan pertambangan. Seluruh tahapan tersebut juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, hak masyarakat adat, serta manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat setempat.

Apabila hasil penelitian tersebut terbukti memiliki potensi ekonomi yang signifikan, maka Papua diperkirakan akan kembali menjadi salah satu kawasan strategis dalam pembangunan nasional, khususnya pada sektor pertambangan dan industri mineral. Namun demikian, berbagai pihak juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang transparan, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat Papua.

Redaksi TIMURVIEWS.COM akan terus memantau perkembangan informasi resmi dari pemerintah, BRIN, maupun instansi terkait mengenai hasil ekspedisi ilmiah tersebut, termasuk data teknis, lokasi penemuan, serta langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah.

×
Berita Terbaru Update