Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Berbuah Manis, Kampung Apnae Sukses Panen Ubi Jalar 1,2 Hektare



JAYAWIJAYA, TIMURVIEWS.COM – Semangat membangun kemandirian pangan berbasis potensi lokal terus tumbuh di Kabupaten Jayawijaya. Pemerintah Kampung Apnae Kosili, Distrik Silokarno Doga, bersama masyarakat dan Pendamping Distrik menggelar panen perdana ubi jalar di lahan seluas kurang lebih 1,2 hektare, Sabtu (11/7/2026).

Panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan yang dirancang melalui Musyawarah Kampung (Muskam) mulai membuahkan hasil. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen masyarakat dalam memperkuat perekonomian kampung melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Sebagai makanan pokok masyarakat Papua Pegunungan, ubi jalar memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Pengembangan komoditas ini dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat maupun visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Pendamping Distrik Silokarno Doga, Sekenyap, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Apnae Kosili dan seluruh masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi indikator bahwa pembangunan kampung berjalan dengan semangat gotong royong dan mendapat dukungan luas dari warga.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, kami akan terus mendukung setiap program yang dijalankan Pemerintah Kampung Apnae demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kampung Apnae, Kornelius Wandikbo, menjelaskan bahwa budidaya ubi jalar merupakan salah satu program prioritas yang disepakati dalam Musyawarah Kampung pada Januari 2026.

Ia mengatakan, panen perdana tahun ini dilakukan di lahan seluas sekitar 1,2 hektare dengan hasil yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Kornelius, Pemerintah Kampung Apnae juga berencana membuka lahan pertanian baru dengan berbagai komoditas pangan lainnya sebagai langkah diversifikasi pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber ekonomi baru sehingga masyarakat semakin mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah.

"Kami ingin masyarakat Kampung Apnae terus berkembang melalui sektor pertanian. Ke depan kami akan membuka lahan baru dengan komoditas yang berbeda agar perekonomian masyarakat semakin meningkat dan kampung menjadi lebih mandiri," katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh gereja, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh elemen kampung yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama hingga program ketahanan pangan ini dapat berjalan dengan baik.

Keberhasilan panen ubi jalar ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Jayawijaya untuk terus mengembangkan potensi pertanian lokal. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, masyarakat tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Panen perdana ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah kampung, pendamping, dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata. Kemandirian daerah berawal dari kemampuan masyarakat mengelola lahan sendiri, sehingga hasil pertanian dapat menjadi sumber kesejahteraan yang dinikmati bersama.

Posting Komentar

0 Komentar