Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Mama Noken Cendrawasih Suku Lani yang berlangsung di Munak, Kampung Taganik, Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Eliaser Tabuni yang juga menjabat sebagai Ketua IKB BINTANG (Ikatan Keluarga Besar Bolakme, Molagalome, Tagime, dan Tagineri) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas dukungan terhadap masyarakat Suku Lani dan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberadaan masyarakat Suku Lani di Lembah Baliem harus diakui sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.
"Di Kabupaten Jayawijaya ini kami Suku Lani ada di lembah ini. Jangan anggap kami tidak ada," tegas Eliaser Tabuni di hadapan masyarakat dan para tamu undangan.
Menurutnya, masyarakat Suku Lani selama ini telah berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat di Jayawijaya. Karena itu, ia berharap perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di distrik-distrik wilayah Suku Lani terus ditingkatkan.
Eliaser juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan pemerintahan hingga ke tingkat distrik. Menurutnya, fasilitas pemerintahan yang memadai sangat diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
"Atas nama masyarakat distrik, kami berharap keberadaan kantor distrik dan sarana pelayanan pemerintahan dapat menjadi perhatian bersama karena kami hadir untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Ia turut mengapresiasi peluncuran Mama Noken Cendrawasih yang dinilai menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya mama-mama Papua yang selama ini aktif mengembangkan usaha mikro dan kerajinan lokal.
Menurut Eliaser, keberadaan UMKM yang dikelola masyarakat perlu terus didukung karena mampu menciptakan peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Peluncuran Mama Noken Cendrawasih dihadiri Bupati Jayawijaya Athenius Murib, S.H., M.H., Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Ny. Dr. Idawati Waromi, S.P., K.J., tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta masyarakat dari sembilan distrik wilayah Suku Lani.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap pembangunan dan pelayanan publik dapat semakin merata, seiring dengan upaya penguatan ekonomi kerakyatan yang tengah didorong melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
(**)




.webp)

.webp)
0 Komentar