TU.||Dekai_Suru-suru merindukan makna dami natal, bukan dukacita.
Suru-suru mau mendengar suara bunyi trompet, bukan bunyi tembakan senyata.
Suru-suru butuh keselamatan nyawa, bukan pemusnahan nyawa.
Suru-suru butuh beras, bukan peluru tima panas.
Konflik t'ragedi kemanusiaan di distrik suru-suru Kab.Yahukimo Provinsi Papua antara TNI Vs.TPNPB OPM sedang berlanjut berkepanjangan, dari sejak mulainya kontak tembak sampai dengan saat ini sudah memakan waktu yang cukup lama selama dua minggu lebih. Sehingga hilangnya damai natal bagi masyarakat distrik suru-suru kab.Yahukimo papua, karena itu pemerintah bersama gereja dari berbagai pihak untuk segera menyelesaikan konflik yang sedang terjadi ini dengan serius.
Pemerintah daerah bersama pimpinan gereja segera melakukan penjelesaian masalah tersebut dan segera lakukan dalam waktu dekat dengan pendekatan cinta kasih kepada rakyat secara persuasif tanpa harus menuggu waktu yang lama dan siapapun itu mereka. Sebab pemerintah ada untuk semua pihak, pemerintah juga hadir untuk rakyat, dan serta pemerintah ada karena masyarakat.
Demi menjaga keutuhan rakyat dan bangsa papua barat sorong sampai samarai dan pentingnya membantu umat Tuhan yang tidak merasakan damai natal di bulan suci ini. Sehingga konflik tersebut segera tangani dan bisa menyelesaikan dengan baik.
Selain itu gereja juga harus hadir dan ada ditengah-tenggah umat untuk keselamatan umat Tuhan dari cengkeramen belenggu-belenggu maut yang mencekam kelangsungan hidup mereka.
Gereja selalu bersuara dan menyampaikan kepada dunia bahwa Gereja adalah ujung tembok daripada keselamatan bangsa dan umat Tuhan, dan selalu dinobatkan, dimana-mana dalam moment-moment penting dengan semangat yang tinggi sehingga Gereja hari harus hadir dan punya sikap yang jelas terhadap umat Tuhan yang sedang diintimidasi oleh iblis lusifer yang sedang berdangsa di bulan natal yang penuh berbahagia ini. terutama kepada pimpinan gereja KINGMI untuk segerea bersuara. Dimana keutuhan Umat KINGMI JETNI SAMPAI SURU-SURU ITU?
Kini masyarakat kita di distrik suru-suru sedang mengalami masalah serius, Tubuh dan jiwa mereka sedang digerogoti oleh penyakit sampar amuni panas di tengah-tengah hutan belantara. Suara dan tangisan air mata mereka belum terdengar oleh masyarakat luas seluru plosok dunia termasuk masyarakat yahukimo, media selalu tertutup, mulut gereja dan pemerintah membisu diam dibawah ketiak para penguasa.
Lalu pemerintah daerah diam diri, gereja juga ikut memilih diam. Jika demikian, dimana sesungguhnya peran daripada gereja dan pemerintah itu? Rakyat ini mau bersandar kepada siapa, sedangkan kedua tembok tersebut memilih diam, apakah mereka bukan bagian dari masyarakat Kab. Yahukimo yang harus dibantai habis-habisan?
Sebab sampai sejauh ini pemerintah daerah bersama gereja setempat belum meresponi secara serius, termasuk gereja yang adalah sebagai pemilik jemaat, apakah cukup hanya khotbah dan berdoa di atas mimbar kudus?
Rakyat dan umat kita di distrik suru-suru sedang diburu habis-habisan oleh militer organik dan non organik atas kepentingan jakarta. Gereja adalah ujung tombak untuk keselamatan bangsa dan umat Tuhan. sehingga GEREJA HARUS pasang badan. No kompromi.
Suara kenabian harus disampaikan demi membelah kebenaran. [TU]
Dekai, 10 Desember 2021 Oleh: Elius Pase