TIMURVIEWS.COM||Marinus Heluka, Marcell Titit & Oktavianus Yesnat
Pecinta
:
Sayaakanmembacakanpuisiberjudul “BUNGA
HATIKU BUNGA HATIMU” untukgadisku yang manis.
Pejuang :
Akuakanmembacakanpuisiperjuanganberjudul
“LEBIH BAIK MERDEKA DARI PADA TIDAK MERDEKA”.
PenjualTelur :
Dan
sayaakanmembacakanpuisinasibpenjualtelurberjudul “AKU PENJUAL TELUR” buatadikku
yang sukamakantelur.
Pecinta
:
Saatbulanpurnamamenerangialam
Kaudatangpadakusambiltersenyummanja
Ku
lihatsamar-samarwajahmutertimpacahayarembulan
Begitucantiknyabagaikan ………………………
Pejuang :
Granatdanmortirberdesinganmembakarperkampungan
Takpernahkukenalistilahtakut
Walaupunlawanbanyaknyaseribu kali
Pedang di kananbelati di kiri,
berselimpang ……………………….
PenjualTelur :
Telur bang telur ….!
Kubawakelilingkampungsetiaphari, demi
sesuapnasi.
Telurmerupakanbagiandalamhidupku,
semuakujual
Telurayam, telurbebek, maupuntelur
…………..
Pecinta
:
Yakomina
Kautersenyumpadaku, dan
Akupuntersenyumpadamu,
tandacintakukianmeraju
Malamitu,perlahankaudekatkanbibirmuketelingaku
Serayaberbisik ………….
Pejuang :
Merdeka…!
Seluruhrakyat Indonesia
harusmeneriakkan kata
MERDEKA….!
Sekalilagirakyat Indonesia
harusmeneriakkan kata ………….
PenjualTelur :
Teluuuuuur…..teluuuuuur…..!
Begituakumenjajakantelursetiaphari
Hujandanpanastakmenjadirintangan
Satu-satutelurkuelussambilberkatalirih,
ayamku …………..
Pecinta
:
Akucintapadamusayang….!
Hatikuberbunga, kubelairambutnya yang
hitam
Perlahan, kudekatkanbibirkuke ………….
Pejuang :
TengberlapisbajamilikBelanda
Haruskitahancurkan
Terlalu lama kitadijajah
Terlalu lama kitadisiksa
Mulaidetikiniakuharus …………..
PenjualTelur :
Bertelursebanyak-banyaknya
Kautelahberjasa
Kadangkuperiksaayam-ayamku
Akuinginmengetahuibagaimanatelurdapatkeluar
Kuperhatikanayamkudenganseksama, dan
……………
Pecinta
:
Kupelukdenganmesra
Kaumendesahdalampelukanku
Kurapatkanerat-erattubuhkuketubuhmu
Kemudiantubuhmu ……………………
Pejuang :
Didorongolehseluruhrakyat Indonesia
Dengansemangatperjuangan yang membara
Akuberada di barisan paling depan
Dengansenapan di
tangansemuamusuhkutembak ………………..
Penjual :
Plung…… plung……
Keluartelurnya
Kuambilsatu per satudankusimpan di
……………………
Pecinta
:
Matamu…
Terpejamdannafasmumendesah
Kaupelukjugaakudenganmesra
Ternyatakitasama-samainginsaling
…………….
Pejuang :
Membunuh…
Mereka yang menyerangdarijauh
Majuuuuuu…! Seraaaaaang…!
Akuberteriaksambilmengangkattinggi-tinggi
……………………
PenjualTelur :
Telurku…
Sekarangakudalamkeadaansedih
Merenunginasibayamku yang sedang
………………..
Pecinta
:
Dimabukcinta…
Kita sama-samamenangisbahagia
Matamuperlahankubersihkandengan ………………
Pejuang :
Senapanmesin yang panas…
Sepanasdarahku
Kembalikusambutserangan yang datang
Denganpeluru-peluru yang sudah ……………….
Penjual :
Membusuk…
Tidaklakudijuallagi
Oh telurku……. Oh ayamku…………..
Pecinta
:
Sayang…
Tidakperludisesalkan
Tataplahmatakukembalidankau……………….
Pejuang :
Terjanglaluhancurkan…………………..
PenjualTelur :
Telurku……… telurku……………….
Pecinta
:
Akan kudekatkanpadamu
Tenanglah… diamlah…
Akuakan…………………….
Pejuang :
Merobek-robekterus
Lemparkansemua yang kitapunya
Sambilmengucapkan………………
PenjualTelur :
Teluuuuuuuur……… teluuuuuuuur……………
Pecinta
:
Sayangku…………………
Pejuang :
Kutusukkausampaimati !
Akumasihpunyabanyak …………………..
PenjualTelur :
Telurdanayamku…………………..
Pecinta
:
Akucintapadamusayang……………….
Pejuang :
Sampaidarahpenghabisanhinggaakhirnya…………………
PenjualTelur :
Bertelurlagi
Dan telurayamkuadalahtelur ……………………….
Pecinta
:
Kasihku ,kitakanselalubersama …………….
Pejuang :
Berjuangselamanyauntukber…………………
PenjualTelur :
Teluuuuur…… teluuuuur………
begituakumenjajakannyasetiaphari
Penulis Puisi Oleh 3 Sekawan Putra Sersebut
1. Marinus Heluka
3. Marcell Titit &
3. Oktavianus Yesnat
Link Youtube Video Selengkap Klik Disini 👇🏼👇🏼


.webp)

.webp)
0 Komentar