JAYAPURA|TIMURVIEWS.COM — Misoi G. Wanimbo, mantan Ketua HMPT periode 2023–2025, memberikan pelatihan tata cara penggunaan palu sidang dalam organisasi kepada mahasiswa dan mahasiswi se-Wilayah Kembu. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, (24/10/2026), bertempat di Asrama Kembu, Kota Jayapura, Papua.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tata cara penggunaan palu sidang yang baik dan benar dalam pelaksanaan persidangan organisasi, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya memahami tata tertib, mekanisme pengambilan keputusan, serta etika dalam berorganisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Misoi G. Wanimbo juga mengajak mahasiswa dan mahasiswi untuk aktif dalam berbagai organisasi, baik organisasi kampus maupun organisasi di luar kampus, seperti himpunan, ikatan, komunitas, dan organisasi asrama.
Menurutnya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan dan belajar di dalam kelas, melainkan juga tentang bagaimana mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif di luar perkuliahan.
Ia menegaskan bahwa organisasi merupakan wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, penyelesaian konflik, serta membangun relasi dan jaringan sosial yang akan bermanfaat bagi masa depan.
“Mahasiswa harus aktif dalam organisasi tanpa mengorbankan kuliah. Organisasi memang penting untuk mengembangkan diri, tetapi kuliah tetap menjadi prioritas utama. Keduanya harus berjalan seimbang,” tegasnya.
Misoi menjelaskan bahwa keaktifan dalam organisasi memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan mengelola tanggung jawab.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi kerap menghadapi tantangan dalam membagi waktu. Kesibukan mengikuti rapat dan kegiatan organisasi terkadang membuat mahasiswa lupa menyelesaikan tugas perkuliahan, sehingga berdampak pada prestasi akademik.
Oleh karena itu, ia mengimbau mahasiswa agar mampu mengatur waktu dengan baik dan tidak menjadikan kesibukan organisasi sebagai alasan untuk mengabaikan tanggung jawab akademik.
Ia juga menyampaikan prinsip pembagian energi 80:20, yakni 80 persen energi difokuskan untuk pendidikan dan 20 persen untuk kegiatan organisasi. Prinsip tersebut disampaikan sebagai pengingat agar mahasiswa tetap mengutamakan pendidikan sambil mengembangkan kemampuan diri melalui organisasi.
“Jangan sampai karena terlalu sibuk berorganisasi, kuliah menjadi terbengkalai. Nilai akademik harus tetap dijaga. Organisasi adalah wadah untuk belajar dan mengembangkan diri, sedangkan pendidikan merupakan tujuan utama yang harus diselesaikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Misoi memberikan motivasi khusus kepada mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal di Asrama Kembu. Ia mengajak mereka agar tidak merasa tertinggal dari mahasiswa lain, meskipun asrama tersebut dikelola secara swadaya dan belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas maupun dukungan bukanlah alasan untuk berhenti belajar dan menyerah dalam meraih cita-cita. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus berjuang, meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Ia berharap mahasiswa dan mahasiswi se-Wilayah Kembu dapat terus menjaga semangat belajar, aktif dalam organisasi, serta saling mendukung dalam mengembangkan potensi masing-masing.
“Mahasiswa dan mahasiswi di Asrama Kembu tidak boleh merasa tertinggal dari teman-teman lainnya. Walaupun asrama ini merupakan asrama swadaya dan belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah, kita harus tetap semangat belajar, berjuang, dan berusaha sampai berhasil meraih kesuksesan dari tempat ini,” pesannya.
Melalui kegiatan pelatihan tersebut, diharapkan mahasiswa dan mahasiswi se-Wilayah Kembu semakin memahami tata cara penggunaan palu sidang, mampu menjalankan mekanisme persidangan organisasi secara tertib, serta memiliki kesadaran untuk menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan tanggung jawab akademik.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa, dan mendorong generasi muda Kembu agar terus berkembang melalui pendidikan dan pengalaman berorganisasi.
(MGW)
Editor: Redaksi TIMURVIEWS.COM



