PAPENG | TIMURVIEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan bantuan studi akhir dan studi langka kepada 1.622 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp20.007.500.000. Penyerahan secara simbolis dilakukan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo saat apel pagi, Senin (7/9/2026), di halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan, Gedung Otonom Wamena.
Gubernur John Tabo mengatakan bantuan tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dialokasikan untuk mendukung putra-putri Papua dalam menempuh pendidikan.
Menurutnya, meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, pembangunan sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP) tetap menjadi prioritas.
“Negeri ini hanya akan dibangun dengan sumber daya manusia yang handal. Oleh karena itu hari ini kita sudah bisa menyerahkan sebanyak 20 miliar itu kepada mahasiswa,” ujar Tabo.
Ia berharap para mahasiswa penerima bantuan dapat menyelesaikan studi dengan baik, membentuk karakter, serta kembali dengan kompetensi yang dapat digunakan untuk membangun Papua Pegunungan dan Tanah Papua secara umum.
Plt. Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Papua Pegunungan, Adi Wetipo, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa yang masih memiliki tunggakan biaya studi, khususnya mahasiswa tingkat akhir.
“Totalnya ada 1.622 mahasiswa yang tahun ini Pemprov Papua Pegunungan bantu. Selanjutnya dari bank akan langsung transfer ke rekening mahasiswa. Kita harap ini bisa membantu yang mungkin ada tunggakan,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa S2 Teknik Sipil, Unas Ginia Tabuni, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol atas perhatian terhadap pembangunan SDM Papua Pegunungan.
Ia menilai bantuan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran dan minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Adapun besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kategori studi. Mahasiswa D III menerima Rp8 juta, S1 Rp10 juta, S2 Rp20 juta, S3 Rp25 juta, mahasiswa luar negeri Rp25 juta, kedokteran Rp30 juta, dan lisensi Rp30 juta per orang.(**)
