-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Jayawijaya: Cetak Sawah Rakyat untuk Bantu Masyarakat, Bukan Ambil Alih Tanah

Selasa, 01 September 2026 | 01 September WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T22:09:47Z


WAMENA| TIMURVIEWS.COM — Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H., menegaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dilaksanakan pemerintah daerah tidak bertujuan untuk merebut ataupun mengambil alih lahan milik masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati kepada masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang tersebar di 40 distrik dan 328 kampung. Ia meminta agar informasi mengenai program pembangunan persawahan disampaikan secara benar sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Atenius juga mengajak tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kaum intelektual, mahasiswa, dan pelajar untuk memahami secara utuh tujuan program Cetak Sawah Rakyat sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dalam membuka lahan persawahan. Pemerintah memberikan dukungan, termasuk penggunaan alat untuk mempercepat proses pembukaan lahan yang sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan sekop.

“Ini pemerintah daerah kami hadir untuk membantu masyarakat buka sawah,” tegas Atenius.


Ia menjelaskan, lahan yang dibuka melalui program tersebut tetap merupakan tanah yang dimiliki dan dikuasai masyarakat sesuai wilayah masing-masing. Pelaksanaan program dilakukan bersama kelompok tani sehingga masyarakat dapat mengelola lahan tersebut secara mandiri.

Bupati menegaskan masyarakat tetap menjadi pihak yang menanam, merawat hingga memanen hasil pertanian dari sawah yang dibangun melalui program pemerintah.

“Tanam sendiri, rawat sendiri, panen sendiri, hasilnya dinikmati sendiri oleh masyarakat sendiri,” ujarnya.

Karena itu, Atenius meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyebutkan bahwa setelah lahan dibuka menjadi sawah, tanah tersebut akan diambil alih oleh negara.

Ia secara khusus mengingatkan mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya agar tidak menyampaikan informasi yang menurutnya dapat menyesatkan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Jangan salah menginformasikan kepada masyarakat, terkhusus mahasiswa. Jangan menginformasikan bahwa tanah nanti akan dirampas oleh negara atau akan diambil alih. Jangan menyesatkan,” tegasnya.


Bupati berharap seluruh pihak dapat membantu pemerintah menyampaikan informasi yang benar mengenai program Cetak Sawah Rakyat agar tujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membantu masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Jayawijaya menjaga komunikasi dan menghindari kesalahpahaman dalam pelaksanaan program pembangunan persawahan di daerah tersebut.


TIMURVIEWS.COM — Pemerintah daerah menegaskan program Cetak Sawah Rakyat diarahkan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian, dengan tetap melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan.

×
Berita Terbaru Update