JAYAWIJAYA |TIMUVIEWS.COM– Komisi II DPR Papua Pegunungan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan perkebunan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Unit Pengolahan Kopi Bubuk Aluama Hubulama di Kampung Waga-Waga, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan kerja yang dipimpin Ketua Komisi II DPR Papua Pegunungan, Danton Giban, S.Pd., M.Si., bersama anggota Komisi II serta didampingi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya itu bertujuan melihat secara langsung perkembangan industri kopi rakyat sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor perkebunan kopi.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh pengurus Kelompok Pengolahan Kopi Aluama Hubulama, tokoh masyarakat, petani kopi, dan warga setempat. Mereka kemudian diajak meninjau seluruh tahapan pengolahan kopi, mulai dari proses pascapanen, pengeringan, penyangraian, penggilingan hingga pengemasan kopi bubuk yang telah dipasarkan ke berbagai daerah.
Dalam dialog bersama masyarakat, Ketua Komisi II DPR Papua Pegunungan, Danton Giban, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi DPR dalam melakukan pengawasan terhadap mitra kerja, khususnya sektor pertanian dan perkebunan.
"Kunjungan kerja ini kami lakukan sesuai dengan tugas dan fungsi Komisi II DPR Papua Pegunungan yang bermitra dengan sektor pertanian. Kami ingin melihat secara langsung perkembangan usaha masyarakat, mendengar berbagai aspirasi, sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi para petani dan pengelola kopi," ujar Danton.
Menurutnya, hasil yang ditunjukkan Kelompok Pengolahan Kopi Aluama Hubulama menjadi bukti bahwa masyarakat Papua Pegunungan memiliki kemampuan mengembangkan komoditas unggulan apabila didukung dengan kebijakan yang tepat.
"Kami sangat mengapresiasi hasil yang dicapai kelompok ini. Produk kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Ini membuktikan bahwa masyarakat kita mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi," katanya.
Meski demikian, Danton mengakui masih terdapat berbagai persoalan yang harus segera mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya adalah minimnya dukungan terhadap perawatan kebun kopi dan fasilitas pengolahan yang menjadi penunjang utama peningkatan produksi.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan Komisi II DPR Papua Pegunungan bersama pemerintah daerah agar program pembangunan sektor pertanian benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain melakukan peninjauan, Komisi II DPR Papua Pegunungan juga menyerahkan bantuan sosial berupa beras, mi instan, dan minyak goreng kepada kelompok pengelola kopi serta masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap para petani yang terus berjuang mengembangkan potensi kopi lokal.
"Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat membantu kebutuhan masyarakat. Yang paling penting adalah semangat kebersamaan dan perhatian kepada para petani yang selama ini bekerja keras menjaga kualitas kopi Papua Pegunungan," ujar Danton.
Sementara itu, pemilik Unit Pengolahan Kopi Aluama Hubulama, Musa S. Tangdiappang, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi II DPR Papua Pegunungan yang dinilai memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan usaha kopi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi II DPR Papua Pegunungan yang telah datang melihat langsung kondisi pengolahan kopi kami. Kehadiran DPR menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan masyarakat," katanya.
Musa berharap berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, terutama terkait dukungan terhadap sarana produksi dan pembinaan petani.
Menurutnya, keberhasilan industri kopi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petani, tetapi juga dukungan pemerintah dalam penyediaan fasilitas, pendampingan, dan akses pemasaran.
"Kami berharap ada perhatian nyata dari pemerintah agar usaha pengolahan kopi terus berkembang. Dengan dukungan yang baik, kopi Papua Pegunungan akan semakin dikenal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis, diskusi bersama masyarakat, dan foto bersama sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi antara DPR Papua Pegunungan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian dan perkebunan.
Melalui kunjungan kerja ini, Komisi II DPR Papua Pegunungan berharap pengembangan kopi tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua Pegunungan. Dukungan terhadap petani, penguatan kelembagaan kelompok, serta peningkatan kualitas produk diyakini akan membawa kopi Papua Pegunungan semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
(**)
