TAGINERI, TIMURVIEWS.COM – Kantor Distrik Tagineri, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, hingga kini masih dalam kondisi dipalang. Pemalangan yang disebut telah berlangsung sejak pelaksanaan pemilihan tersebut berdampak terhadap aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah Distrik Tagineri.
Kondisi ini membuat sejumlah kegiatan pemerintahan, termasuk apel pagi CPNS, kepala kampung, dan sekretaris kampung, harus dilaksanakan di luar halaman Kantor Distrik Tagineri.
Pada Senin (24/8/2026), apel pagi kembali digelar di halaman yang berada dekat dengan Kantor Distrik Tagineri, tepatnya di halaman SD Inpres Porome. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Tagineri, Yes Yikwa, S.I.P., dan diikuti CPNS, kepala kampung, sekretaris kampung serta jajaran pemerintahan yang hadir.
Menurut Kepala Distrik Tagineri, persoalan pemalangan kantor tersebut bukan persoalan baru. Pemerintah distrik telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar.
“Kami sudah melakukan pertemuan sebanyak 12 kali terkait persoalan pemalangan ini. Kami akan mengupayakan satu kali lagi untuk memanggil semua pihak dan membahas persoalan ini bersama-sama,” kata Yes Yikwa, S.I.P. kepada awak media.
Ia mengatakan, apabila pertemuan berikutnya belum menghasilkan penyelesaian, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah daerah.
“Kalau tidak bisa diselesaikan, kami akan langsung ke pemerintah untuk bertemu dengan pimpinan, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya,” ujarnya.
Yes berharap persoalan pemalangan Kantor Distrik Tagineri dapat segera diselesaikan melalui komunikasi dan pertemuan bersama sehingga aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu, salah satu CPNS, Mair Yikwa, Fasilitator Pemerintahan pada Bagian Tata Pemerintahan Distrik Tagineri, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi CPNS yang baru menerima Surat Keputusan (SK) dan hendak mulai aktif bekerja.
“Kami sebagai CPNS yang baru menerima SK dan mau mulai aktif bekerja juga merasa bingung dengan kondisi seperti ini. Kami ingin melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi kondisi kantor distrik yang masih dipalang membuat kami kesulitan dalam menjalankan aktivitas pemerintahan,” ujar Mair Yikwa.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian terhadap persoalan tersebut karena kondisi Kantor Distrik Tagineri yang masih dipalang dinilai telah mengganggu pelayanan publik.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk membuka kondisi distrik yang masih dipalang ini. Kondisi seperti ini sangat mengganggu pelayanan publik,” katanya.
Mair juga menyoroti koordinasi berbagai program pemerintahan dan bantuan yang sebelumnya telah turun beberapa bulan lalu melalui masyarakat. Menurutnya, kondisi kantor yang tidak dapat digunakan secara normal menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan koordinasi pemerintahan.
Para CPNS yang baru menerima SK juga berharap mendapatkan kepastian tempat dan mekanisme kerja agar dapat segera menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
Pemerintah Distrik Tagineri berharap upaya pertemuan lanjutan dapat menghasilkan solusi. Jika belum tercapai kesepakatan, persoalan tersebut akan dibawa kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan arahan dan penyelesaian lebih lanjut.
(**)
