WAMENA| TIMURVIEWS.COM – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok, menilai Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) seharusnya lebih berani menyampaikan akar persoalan yang terjadi di Tanah Papua kepada pemerintah pusat, bukan hanya berfokus pada penanganan dampak kemanusiaan berupa pengungsian.
Menurut Hengky, keberadaan BP3OKP dibentuk untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat Papua kepada pemerintah pusat, sehingga lembaga tersebut memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menyampaikan kondisi riil yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah Papua.
Ia berpendapat bahwa meningkatnya jumlah pengungsi internal di sejumlah daerah Papua tidak dapat dilepaskan dari situasi keamanan yang terjadi selama ini. Karena itu, penanganan pengungsi dinilai tidak cukup hanya melalui bantuan sosial dan program kemanusiaan, tetapi juga perlu menyentuh akar persoalan yang menyebabkan masyarakat meninggalkan kampung halamannya.
“Menangani pengungsi tanpa menyelesaikan akar persoalannya hanya akan menjadi solusi sementara. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada pemerintah pusat agar ada langkah penyelesaian yang lebih menyeluruh,” ujar Hengky dalam keterangannya pada Kamis, (20/08/2026)
Hengky juga mendorong BP3OKP untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait evaluasi kebijakan keamanan di Papua, termasuk keberadaan pasukan non-organik yang selama ini menjadi perhatian berbagai kalangan masyarakat sipil.
Menurutnya, pendekatan yang lebih mengedepankan dialog, kemanusiaan, dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat akan lebih efektif dalam menciptakan rasa aman dan menjaga keberlangsungan aktivitas sosial, ekonomi, serta pendidikan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberanian BP3OKP dalam menyuarakan berbagai persoalan mendasar di Papua akan menjadi ukuran sejauh mana lembaga tersebut benar-benar menjalankan mandatnya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua.
Lebih lanjut, Hengky menyatakan KNPI Kabupaten Jayawijaya akan terus mengawal berbagai isu kemanusiaan dan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Papua. Ia berharap BP3OKP dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat guna mendorong terciptanya solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
(Redaksi)
