Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 80 Siswa di Depapre Jalani Perawatan


JAYAPURA|TIMURVIEWS.COM– Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, terus bertambah. Hingga Rabu dini hari, sebanyak 80 siswa telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 43 pasien dirawat di RSUD Yowari, 10 pasien di Puskesmas Harapan, 11 pasien di Puskesmas Sentani, 11 pasien di Puskesmas Waibu, dan 5 pasien di RSUP Jayapura.

Mayoritas pasien mengeluhkan gejala berupa mual, muntah, pusing, sakit perut, diare, serta badan lemas. Seluruh pasien langsung mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan.

Meningkatnya jumlah pasien membuat kapasitas ruang perawatan di RSUD Yowari menjadi terbatas. Sebagai langkah antisipasi, pihak rumah sakit mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit untuk menampung dan menangani para pasien.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat setelah menerima laporan dugaan keracunan massal tersebut. Ia langsung menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Jayapura untuk siaga menerima pasien.

"Dari informasi yang kami terima, anak-anak ini makan MBG di sekolah. Setelah itu mereka pulang, sampai di rumah baru merasakan reaksi dengan gejala perut sakit, muntah dan buang air sehingga mereka langsung dibawa ke Puskesmas Depapre," ujar Yunus kepada wartawan.

Menurut Yunus, hingga saat ini pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan karena para korban tersebar di beberapa fasilitas kesehatan. Oleh sebab itu, jumlah korban masih bersifat sementara.

"Untuk jumlah korban secara keseluruhan belum ada karena korban keracunan ini ditangani di beberapa puskesmas dan yang terbanyak di RSUD Yowari. Tim masih melakukan pendataan, dan akan kita sampaikan nanti," katanya.

Meski jumlah korban masih terus diperbarui, Yunus memastikan seluruh pasien telah memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

"Dari semua pasien sementara ditangani dan sampai sekarang tidak ada korban meninggal," tegasnya.

Hingga Rabu pagi, Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama tenaga kesehatan masih terus memantau kondisi para pasien, melakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang diduga terdampak, serta menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan yang terjadi setelah konsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Posting Komentar

0 Komentar