Ribuan Warga Jayawijaya Meriahkan Karnaval Budaya Nusantara FBLB ke-34

WAMENA | TIMURVIEWS.COM — Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, S.H., M.H., resmi membuka Karnaval Budaya Nusantara yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 Tahun 2026, Senin (10/8/2026).

Karnaval Budaya Nusantara merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang digelar sebagai wadah pelestarian sekaligus pengenalan kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan ini menampilkan beragam pakaian adat, tarian, serta kesenian daerah dari berbagai kelompok masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Athenius Murib mengatakan, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa yang memiliki kekayaan budaya. Karena itu, pengenalan budaya kepada generasi muda perlu terus dilakukan agar tradisi dan warisan leluhur tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang begitu deras, kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berbudaya,” ujar Bupati Murib dalam sambutannya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Karnaval Budaya Nusantara juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan berbagai kelompok masyarakat di Jayawijaya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang rukun dan harmonis, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil serta produk-produk lokal.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karnaval. Ia secara khusus memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah mencurahkan kreativitas, tenaga, dan semangat dalam mempersiapkan penampilan.

“Kalian semua adalah duta-duta budaya yang hebat,” katanya.

Karnaval tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak tingkat taman kanak-kanak, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Para peserta menampilkan kekayaan budaya daerah masing-masing melalui pakaian adat, tarian, dan berbagai bentuk kesenian. Keberagaman penampilan tersebut menjadi gambaran kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Jayawijaya.

Bupati Murib juga mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati rangkaian pertunjukan dengan tertib, menjaga kebersihan lingkungan, serta bersama-sama menunjukkan karakter masyarakat Jayawijaya yang ramah dan cinta damai.

Ia menegaskan bahwa kehadiran dan partisipasi masyarakat dalam Karnaval Budaya Nusantara merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah sekaligus wujud komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya leluhur.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskan kekayaan budaya leluhur kepada generasi penerus,” tegasnya.

Dengan dibukanya Karnaval Budaya Nusantara, rangkaian FBLB ke-34 Tahun 2026 kembali diwarnai dengan kegiatan yang mengedepankan keberagaman budaya, kreativitas, persatuan, dan kebersamaan masyarakat.

Semangat “Rawat Warisan Leluhur” menjadi pesan penting agar kekayaan budaya yang dimiliki Jayawijaya dan Papua Pegunungan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan tahunan, tetapi terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(**)

Posting Komentar

0 Komentar