KARUBAGA|TIMURVIEWS.COM — Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tolikara, Muru Wonda, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Etnik Religi (FER) yang berlangsung di Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada 12–13 Agustus 2026.
Menurut Muru Wonda, pelaksanaan FER merupakan momentum penting bagi masyarakat Tolikara karena tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religi, kebersamaan, serta persatuan masyarakat di Tanah Injil.
“Festival Etnik Religi merupakan sebuah terobosan dan sejarah baru di Tanah Injil. Kegiatan ini menunjukkan bahwa budaya, seni, olahraga, dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan bersama untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ujar Muru Wonda.
Ia menilai, Festival Etnik Religi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda budaya dan religi yang dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di Papua, tetapi juga di tingkat nasional.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk mengenal, menjaga, sekaligus mengembangkan warisan budaya yang dimiliki masyarakat Tolikara.
Sebagai Ketua Harian KONI Kabupaten Tolikara, Muru Wonda melihat semangat kebersamaan yang dibangun melalui FER memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai olahraga. Persatuan, sportivitas, disiplin, kerja sama, dan penghormatan terhadap sesama merupakan nilai yang dapat terus ditanamkan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan positif.
“Kami dari KONI Tolikara memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Festival Etnik Religi ini,” katanya.
Muru Wonda berharap pelaksanaan FER tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak generasi muda. Ia juga mendorong agar kekayaan seni, budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat Tolikara semakin mendapat ruang untuk ditampilkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Ini bukan hanya sebuah festival, tetapi sebuah langkah untuk mencatat sejarah baru. Dari Karubaga, dari Tanah Injil, kita dapat menunjukkan kepada Papua dan Indonesia bahwa kekayaan budaya dan iman dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan masa depan generasi muda,” tutupnya.
(MW)


.webp)

.webp)
0 Komentar