JAYAPURA|TIMURVIEWS.COM – Ratusan mahasiswa baru Asrama Mahasiswa Putra Tolikara angkatan 2025–2026 mengikuti kegiatan pembekalan dan pengenalan lingkungan asrama di Asrama Putra Tolikara, Jalan Yoka, Waena, Jayapura, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Misoi G. Wanimbo, Ai Wenda selaku Ketua BEM FISIP, dan Elomi Gire sebagai pembina asrama. Materi yang disampaikan berfokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, solidaritas, serta penguatan organisasi asrama.
Dalam pemaparannya, Misoi G. Wanimbo menegaskan bahwa kehidupan asrama berbeda dengan tinggal bersama keluarga maupun di tempat indekos. Asrama bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga lingkungan pembelajaran untuk membentuk karakter dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, tidak semua mahasiswa mendapatkan kesempatan tinggal di asrama. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, disiplin, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama penghuni.
Ia menjelaskan, tinggal jauh dari orang tua dan keluarga memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui kehidupan asrama, mahasiswa dapat belajar mengatur waktu dan keuangan, mendisiplinkan diri, membangun persahabatan, serta menghargai perbedaan.
Misoi juga menekankan bahwa asrama merupakan miniatur kehidupan sosial. Oleh sebab itu, pembekalan bagi penghuni baru menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, tertib, dan saling menghargai.
Sementara itu, Ketua BEM FISIP, Ai Wenda, menjelaskan bahwa pembangunan asrama oleh Pemerintah Daerah (Pemda) merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Tolikara yang berkualitas melalui fasilitas pendidikan di kota studi, termasuk Jayapura.
Ia menegaskan bahwa asrama bukan milik pribadi atau kelompok tertentu, melainkan fasilitas bersama bagi mahasiswa Tolikara. Dengan demikian, seluruh penghuni memiliki tanggung jawab untuk menjaga sarana dan prasarana agar tetap terawat dan dapat digunakan bersama.
Ai Wenda juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menyeimbangkan kewajiban akademik dengan aktivitas asrama. Kedisiplinan dalam mengikuti perkuliahan, keaktifan dalam kegiatan asrama, kejujuran, tanggung jawab, dan sopan santun harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Perjalanan seratus mil dimulai dari satu langkah. Karena itu, sebagai penghuni baru, mahasiswa harus mulai menanamkan kebiasaan baik sejak hari ini, menaati aturan, dan menjaga kehidupan bersama di asrama,” demikian pesan yang disampaikan Ai Wenda.
Ia turut menekankan pentingnya menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman untuk menjaga ketertiban dan keberlangsungan organisasi asrama.
Pada kesempatan yang sama, Pembina Asrama Putra Tolikara, Elomi Gire, menyoroti pentingnya penguatan struktur organisasi, peningkatan solidaritas, dan penyusunan program kerja yang terarah.
Menurut Elomi, organisasi asrama membutuhkan pengurus yang aktif, disiplin, dan bertanggung jawab. Solidaritas serta persaudaraan antarpenghuni juga perlu diperkuat agar kehidupan bersama berjalan dengan baik.
Ia mendorong penyusunan program kerja yang mencakup bidang akademik, kerohanian, olahraga, dan sosial. Selain itu, pengembangan kepemimpinan dan kaderisasi dinilai penting untuk mempersiapkan generasi pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.
Elomi juga menekankan perlunya transparansi keuangan, pendataan penghuni, serta laporan pertanggungjawaban yang tertib. Komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah perlu terus dibangun untuk mendukung kebutuhan mahasiswa, termasuk fasilitas asrama dan informasi mengenai bantuan pendidikan atau beasiswa.
Menurutnya, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan asrama harus menjadi tanggung jawab bersama. Evaluasi rutin terhadap program kerja dan kinerja pengurus juga diperlukan agar organisasi dapat berjalan secara efektif.
Melalui kegiatan pembekalan yang diikuti ratusan mahasiswa baru tersebut, para pemateri berharap seluruh penghuni dapat beradaptasi dengan lingkungan asrama, memahami aturan yang berlaku, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan dan mengembangkan organisasi.
Asrama Mahasiswa Putra Tolikara diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal selama menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kepemimpinan, dan persiapan generasi muda Tolikara untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah pada masa mendatang.
Pewarta: M G. W
Editor: Rekdasi Timurviews.com






