JAYAPURA – Timurviews.com ||Himpunan Mahasiswa Pelajar Lanny Jaya bersama Solidaritas Mahasiswa Papua Bersama Rakyat Papua menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (15/6/2026).
Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya terkait situasi keamanan dan perlindungan masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Peserta aksi menyoroti dugaan penggunaan bahan peledak, seperti granat dan ranjau, di Kampung Wunabunggu, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya. Mereka juga mengutuk berbagai bentuk kekerasan yang dinilai telah berdampak pada keselamatan warga sipil.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam aksi, insiden pada 6 Juni 2026 mengakibatkan sejumlah korban dari kalangan masyarakat, yakni Yoban Kiwone Wenda yang dilaporkan hilang, serta Mayu Walia (21) dan Pendite Weya (18).
Sebelumnya, Pendite Weya dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan benda yang diduga ranjau saat mencari kelapa hutan bersama sejumlah warga lainnya pada Sabtu (6/6/2026).
“Saya menegaskan bahwa masyarakat Papua berhak mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang adil sebagai warga negara Indonesia,” ujar Is Wenda.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menjamin perlindungan hak-hak warga sipil, serta menindaklanjuti berbagai peristiwa yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(**)
