TU||WAMENA – Sejumlah elemen masyarakat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan yang tergabung dalam beberapa organisasi melaporkan Ismail Asso, anggota MRP Papua Pegunungan ke Polres Jayawijaya.
Ismail Asso dalam cuitannya di media social dianggap
melecehkan kondisi fisik Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius
Theofilus Matopai You.
Laporan Polisi yang disampaikan pada kamis (01/02/2024)
sore, di polres Jayawijaya itu diantarahnya, dari PMKRI Jayawijaya, Dewan
Pastoral Paroki (DPP), perwakilan pemuda Kristen, pemuda Muslim Jayawijaya
serta beberapa tokoh agama katolik dan simpatisan lainnya.
“Saya sebagai ketua PMKRI saya merasa bahwa ini memang
pelecehan nama baik kami orang Katolik sehingga saya sangat tidak terima dengan
penghinaan seperti ini” kata Markus Elopere ketua PMKRI saat membuat laporan
Polisi di Polres Jayawijaya.
Elopere mengatakan, atas cuitan yang dianggap melecehkan
itu, pihaknya melaporkan Ismail Asso ke Polres Jayawijaya untuk mempertanggung
jawabkan ucapannya. “Kami tim melaporkan kepada pihak yang berwajib agar
segerah tangkap orang ini sesuai dengan jalur hukum yang ada. Bukti – bukti
semua kita lengkapi” katanya.
Erwin Kuan, Intelektual Muslim Jayawijaya menyebutkan,
Ismail Asso bukan baru kali ini menyampaikan statement kontroversial, namun
sudah sering menyampaikannya di media social. Katanya, cuitan Ismail tentang
kondisi fisik Uskup sangat memprihatinkan bagi umat Muslim di Jayawijaya.
“Dan apa yang selama ini dia sampaikan ini bukan berdasarkan
kesepakatan umat Muslim Jayawijaya tapi dia bicara secara individu tapi selalu
dia mengatas namakan umat Muslim kabupaten Jayawijaya atau di mengklaim dia
sebagai Ustadz itu adalah dia bicara sebagai individu dia begitu” katanya. Melalui Media Nokenwene.com
“Jadi jangan sampai public mengkonsumsi bahwa apa yang dia
sampaikan selama ini bagian dari hasil musyawarah mufakat umat Muslim, sehingga
saya melihat bahwa Ismail Asso harus ditangkap dan diproses hukum” katanya
lagi, Tegas.
Sementara itu perwakilan pemuda Kristen di Jayawijaya,
Daniel Tabuni menegaskan, cuitan oknum anggota MRP Papua Pegunungan itu telah
merusak persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Papua yang selama ini terjalin
baik, sehingga ia juga mendesak untuk kepolisian segerah menangkap dan proses
hukum.
“Kami selalu kompak dan solid namun salah satu kepentingan
individu membuat kita memecahkan persatuan kesatuan kita dalam konteks agama
kita, budaya kita dan semua yang kami ada di Papua Pegunungan ini, makanya hal
ini harus diproses hukum” kata Tabuni.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK mengakui, laporan
pengaduan itu tidak hanya disampaikan oleh umat Katolik tapi juga dari Kristen
dan Muslim. Katanya Ia akan melakukan koordinasi laporan tersebut ke
Polda Papua.
“Jadi terkait dengan langkah yang akan kita lakukan yang
jelas kita akan koordinasi dengan Polda Papua langkah apa yang akan kita
lakukan kedepan” kata Kapolres.(**)

